Digital Printing dan Jenisnya

Ketika berbicara tentang digital printing, pada umumnya orang akan langsung membayangkan seperangkat mesin cetak yang dapat memproses pembuatan berbagai produk cetak, seperti: backdrop, poster, brosur, dummy desain, T-shirt, gelas, PIN, ID Card, secara cepat, bagus dan relative murah. Tidak salah memang, karena teknologi ini memungkinkan pembuatan berbagai produk cetak, dari yang sederhana sampai yang unik. Dari segi aplikasi dan kebutuhannya digital printing dapat dibagi dalam beberapa kelompok, seperti : POD (Print on Demand), Large format printer / wide format printer, DCP (Digital Color Proofing), dan Photography digital. Sedangkan dari segi penggunaan media atau bahan, digital printing secara umum dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Digital Printing T-shirt, Mugs dan ID Card
Salah satu produk yang bisa dikerjakan dengan Mesin Digital Printing adalah jenis cetak sablon (cetak saring) yang medianya sangat beragam, seperti t-shirt, mugs, dan ID Card. Dalam proses pembuatan produk digital printing jenis ini, pelanggan bisa membuat desain sendiri dengan format file digital. Harga pun bisa lebih murah karena dapat memesan produk dengan jumlah sesuai kebutuhan kita, sehingga tidak memerlukan banyak bahan. Keunggulan cetak digital ini adalah sifatnya yang eksklusif karena dicetak dalam jumlah terbatas.
Investasi usaha digital printing tidak terlalu besar. Peralatan yang dibutuhkan untuk usaha digital printing jenis sablon t-shirt digital, antara lain komputer spek grafis, mesin print komputer biasa, namun menggunakan tinta khusus sablon, dan kertas sablon atau transfer paper dan setrika listrik.
Hal lain yang menjadi keunggulan jenis sablon dengan digital printing adalah dapat mencetak di bidang lunak, juga dapat mencetak gambar di mugs atau gelas keramik. Cara mencetaknya dengan menggunakan alat digital khusus mugs. Banyak perusahaan memesan produk souvenir yang dicetak dengan logo perusahaan. Contohnya mugs sangat cocok untuk souvenir perusahaan selain fungsional sebagai tempat minum, mugs yang berlogo perusahaan berfungsi sebagai media mengangkat citra perusahaan/brand image. Usaha digital printing jenis ini cukup menjanjikan.
Jika demikian, apa bedanya dengan sablon konvensional? Sablon konvensional umumnya mensyaratkan jumlah minimum pemesanan, misalnya minimal 10 piece. Dengan teknologi digital printing, pelanggan dapat melakukan pemesanan berbagai produk cetak, walaupun jumlahnya hanya satu atau dua pieces saja. Di samping itu, proses pencetakannya jauh lebih cepat demikian juga dengan kualitasnya.
2. Digital Printing Indoor / Outdoor
Banner, spanduk, backdrop dan lain-lain saat ini banyak digunakan sebagai media promosi mandiri yang dicetak dalam media plastic, nylon, vinyl dan lain-lain. Banner sifatnya fleksibel, bisa dipajang di berbagai lokasi, baik outdoor maupun indoor, sehingga mampu menyampaikan informasi tentang produk atau kegiatan yang ditawarkan kepada pelanggan secara lebih luas. Karena aplikasinya berbeda, media yang digunakan untuk produk cetak indoor dan outdoor pun berbeda spesifikasinya, masing-masing memiliki nilai plus minus. Sebagai contoh, untuk aplikasi outdoor pencetakan dilakukan dengan menggunakan media dan jenis tinta yang tahan terhadap paparan cahaya matahari, sedangkan untuk aplikasi indoor, karena posisi peletakannya lebih dekat dengan mata, maka akurasi warna dan penggunaan tinta yang tidak mengganggu kesehtan tentu lebih diutamakan.
Demikian juga dengan baliho atau media iklan dalam ukuran besar dan panjang. Saat ini, baliho dan spanduk banyak digunakan sebagai media promosi outdoor. Pada awalnya, spanduk dicetak dengan menggunakan bahan dasar kain nylon. Dengan teknologi digital printing, spanduk dicetak menggunakan mesin digital berukuran besar dan bahan yang lebih beragam, sehingga gambar lebih realistis dan warna yang dicetak sesuai dengan keinginan pelanggan.
3. Digital Printing (Digital Press)
Digital Printing jenis ini menggunakan media kertas atau stiker yang berfungsi sebagai pamflet, brosur, atau catalog dan terdiri dari berbagai ukuran seperti A5, A4, atau A3. Agar pamflet terlihat menarik, maka harus dirancang sedemikan rupa meliputi pemilihan font, komposisi gambar, tabel dan warna dasar dari pamflet.
Pamflet biasanya ditempel pada tempat-tempat tertentu di area public, seperti: papan pengumuman, halte bus, tiang listrik dan lain sebagainya. Fungsi pamflet sangat diandalkan sebagai media promosi berbagai produk barang maupun jasa dan event-event besar, seperti konser, seminar atau pameran. Permintaan konsumen akan pamflet mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan munculnya beragam usaha yang dikembangkan masyarakat. Hal ini menjadikan pamflet salah satu produk utama usaha digital printing.
Berbeda dengan pamflet yang bersifat umum, brosur dan katalog merupakan media promosi yang sifatnya lebih pribadi, sebab penyebaraannya dilakukan dengan membagikan kepada setiap orang, dengan harapan orang tersebut berkenan membaca isi pesan yang ada di dalam brosur. Brosur dan catalog juga merupakan produk kecanggihan teknologi digital printing.

Sumber: http://www.indonesiaprintmedia.com/kilas-berita/261-digital-printing-dan-jenisnya.html